51p3
08.04.2011 17:31
Dia : kenapa sulit sekali kita memiliki perasaan orang lain ? Aku : maksudnya ? Dia : bahwa kita harus memiliki perasaan itu ? Aku : pernahkah kita berfikir, bahwa kita sudah cukup egois untuk menyimpan perasaan sendiri, menikmatinya,tidak pernah berbagi, sehingga tidak pernah diutarakan ? Dia : cinta dalam hati… Aku : menurut kamu ? egoiskah orang yang hanya mencintai dalam hati ? Dia : Tidak… mungkin karena waktu yang belum bisa memberikan kesempatan. Aku : bukan Cuma tidak pernah diberikan kesempatan, tapi juga begitu banyak perhitungan. Dia : cinta harus dihitung ya ? seperti matematika ? Aku : Bukan Cuma harus dihitung, tapi juga harus dipertimbangkan. pernah mencintai seseorang, yang bukan hak kita untuk mencintainya ? Dia : Tak bisa memiliki ? Aku : Persis..... Dia : Pernah Aku : Rasanya ? Dia : Seperti perih yang menjalar ke urat nadi. lalu memecahkan seluruh kantung sel darah yang ada, sakit sekali. Aku : Sebab itulah cinta harus dihitung, cinta bukanlah perasaan yang hadir tanpa alasan,cinta juga bukanlah pintu surga yang menjanjikan kebahagian melulu,cinta itu sebuah perjanjian diatas sebuah ikatan,jika perjanjian dibatalkan maka putuslah ikatan tersebut, lalu bagaimana menghitung perjanjian tersebut,dengan retensi waktu yang lama. Harus ada fasilitas kan ? Dia : ya… Aku : apa fasilitasnya ? Dia : Aku tidak tahu. Aku: fasilitasnya adalah hati kita,mampukah hati kita menampung beban perasaan cinta yang berat tersebut ? lalu menjadikannya ringan seketika, cinta juga bukanlah sekedar perasaan yang tidak bisa diperhitungkan, cinta adalah tanggung jawab. Tanggung jawab memperhitungkan sanggupkah kita membahagiakan orang yang kita cinta ? dengan apa ? bagaimana ? seperti apa ? semua ada caranya, meskipun setiap cara pasti berbeda, begitupun dengan hasil yang akan kita dapatkan. Dia : Lalu dimana posisi sebuah ketulusan ? Aku : ketulusan akan hadir, ketika semua sudah diperhitungkan. Menjadikannya mapan,untuk menopang cinta yang ada hingga menjauhkan keruntuhan yang bukan Cuma sekedar gubuk yang dimiliki, tapi juga rumah yang indah. Ketulusan justru hadir ketika semua fasilitas dapat dilengkapi, untuk membahagiakan perasaan orang yang akan kita cintai. Dengan cara yang berbeda… Dia : lalu bagaimana dengan cinta yang tidak dapat dimiliki ? Aku : Cinta harus dimiliki, itu adalah pembuktian bahwa kita benar-benar menganggap serius perasaan cinta tersebut. Cinta tak harus memiliki hanyalah alasan orang-orang yang kalah dalam berperang dengan keadaan dan perasaan ! Dia : Egois ? Aku : Bukan, hanya sebuah pembuktian. Dia : Jika kita tidak mampu ?? Aku : Jangan pernah berharap mencintai dengan ketidakmapanan ! karena itu hanya ada didalam novel atau mimpi indah. Dia : Seperti kamu.. ?? Aku : salah satu alasan mengapa sampai hari ini aku tidak pernah memaksakan perasaan ini, karna aku tahu, aku tidak dapat memberikan fasilitas yang layak untukmu… for someone who had a dream last night about me .. :red:
Edité par 51p3 le 08.04.2011 17:32
-dy-
huhuhuhu.. keren sipee.. jadi terharu :red: :red:
08.04.2011 17:54
-dy-
huhuhuhu.. keren sipee.. jadi terharu :red: :red:
08.04.2011 17:55
51p3
51p3 Auteur
@Qyear ok bro.. sama2 jaga lilin... @Dyah Thx plend...
08.04.2011 17:58
ihsan
:lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
08.04.2011 18:40
OK
Oui
Annuler
{px}px